Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Metode Anuitas
Cicilan KPR tidak hanya ditentukan oleh harga rumah. Uang muka, pokok pinjaman, suku bunga, tenor, dan perubahan bunga setelah masa fixed ikut menentukan jumlah yang dibayar setiap bulan.
Mulai dari pokok pinjaman
Pokok pinjaman adalah harga rumah dikurangi uang muka. Jika harga rumah Rp800 juta dan DP Rp160 juta, pokok pinjamannya sekitar Rp640 juta sebelum memperhitungkan biaya transaksi lain.
Biaya provisi, administrasi, appraisal, asuransi, notaris, dan pajak umumnya tidak otomatis masuk ke pokok pinjaman. Karena itu, dana awal yang dibutuhkan dapat lebih besar daripada DP saja.
Bagaimana metode anuitas bekerja
Pada metode anuitas, jumlah cicilan dalam satu periode bunga dibuat relatif tetap. Komposisinya berubah: pada awal tenor porsi bunga biasanya lebih besar, kemudian porsi pokok meningkat seiring berkurangnya sisa pinjaman.
Ketika tingkat bunga berubah, bank dapat menghitung ulang cicilan berdasarkan sisa pokok dan sisa tenor. Inilah alasan simulasi perlu memasukkan asumsi setelah program, bukan hanya rate promosi awal.
Angka yang perlu dibandingkan
Jangan berhenti pada cicilan bulan pertama. Bandingkan keseluruhan skenario dengan melihat:
- cicilan awal selama periode fixed atau program;
- estimasi cicilan setelah program berakhir;
- cicilan tertinggi dalam skenario;
- total bunga dan total pembayaran;
- rasio cicilan terhadap penghasilan bulanan.
Gunakan simulasi sebagai skenario, bukan penawaran
Kalkulator membantu menguji konsekuensi dari angka yang Anda masukkan. Hasilnya bukan jadwal angsuran resmi dan bukan persetujuan kredit. Bank tetap menentukan rate, biaya, appraisal, tenor, dan kelayakan berdasarkan profil pemohon.